- Yang Bikin Gagal Saat Wawancara Kerja

Terkadang, tindakan berbicara lebih kencang daripada ucapan. Karena itu pula, jangan heran jika Anda tak lolos wawancara kerja, meskipun apa yang Anda sampaikan sudah sesuai buku teks jawaban wawancara kerja. Kadang, kita tak sadar ada gerakan-gerakan yang sepintas terkesan sepele, tetapi ternyata berpengaruh terhadap penilaian.

Beberapa waktu lalu, situs Careerbuilder mensurvei ratusan perusahaan, dan menanyakan apa kesalahan-kesalahan yang dilakukan pelamar sehingga mereka tidak diterima kerja. Umumnya, hal-hal sepele lah yang menjadi penyebabnya. Berikut beberapa di antaranya:

Sikap sombong atau bosan
Kebanyakan orang yang melamar pekerjaan, ketika akan diwawancara akan merasa gugup. Ketika seseorang gugup, biasanya akan melakukan suatu tindakan kecil untuk menyalurkan kegugupannya. Misal, mengetuk-etukkan jari di meja, mengetuk kaki, memilin rambut, membuka-tutup pulpen, dan lain sebagainya. Sayangnya, si pewawancara justru menanggapi tindakan-tindakan semacam ini sebagai sinyal kebosanan. Sementara kebosanan pun diartikan sebagai kesombongan. Siapa yang mau bekerja dengan orang sombong?

Cara mengatasinya? Usahakan untuk berlatih sesering mungkin. Seseorang yang kalem, percaya diri, dan tidak stres, akan bernafas perlahan. Sebelum mulai bicara, ambillah napas panjang, dan perhatikan tangan serta kaki Anda. Biarkan tangan beristirahat di lengan kursi, dan kaki diam istirahat di lantai, lutut saling menempel untuk meminimalkan ketukan kaki. Badan condong ke depan, ke arah meja, juga bisa menunjukkan bahwa Anda tertarik.

Tidak berdandan sesuai acara
Tentunya, ketika akan mendatangi suatu wawancara kerja, Anda akan berusaha mengenakan pakaian seformal mungkin. Sayangnya, tak semua orang memiliki kemampuan untuk mengenakan pakaian yang formal. Tak jarang, malah, mereka yang fresh graduate malah mengenakan pakaian informal karena bingung mau pakai baju apa. Solusinya, bukanlah ide yang buruk untuk berinvestasi pada pakaian formal. Kemeja, celana bahan, blazer, serta sepatu hak kecil dan tertutup. Jika Anda melamar pekerjaan ke bidang kreatif, Anda bisa menambah corak atau warna dengan aksesori.

Tidak ada persiapan
Adalah kesalahan jika Anda tidak terlebih dahulu mencari tahu latar belakang perusahaan yang Anda lamar. Anda tak hanya akan bingung mau berkata apa, tetapi juga memperlihatkan bahwa Anda tidak mau tahu, pemalas, dan kurang inisiatif.

Sudah bukan jamannya lagi Anda kurang informasi. Segala teknologi sudah bisa membantu Anda mencari tahu apa pun yang ingin Anda ketahui. Pelajarilah sebisa mungkin tempat Anda melamar pekerjaan. Buat si pewawancara kagum dengan pengetahuan dan ide-ide yang Anda miliki.

Tidak mematikan telepon genggam
Adalah hal yang tidak bisa dimaafkan jika Anda menyalakan telepon genggam Anda. Menonaktifkan telepon genggam akan memberikan Anda dan si pewawancara waktu untuk bisa konsentrasi dan mengeliminasi gangguan. Selalu pastikan ponsel Anda dalam mode silent saat akan rapat atau wawancara kerja.

Tidak menanyakan pertanyaan bagus
Banyak orang sudah tahu, bahwa sebaiknya Anda menanyakan suatu pertanyaan saat wawancara kerja. Namun, yang tak banyak diketahui adalah pertanyaan apa yang harus ditanya. Yang terutama, yang tak boleh ditanyakan saat wawancara pertama adalah jumlah gaji dan fasilitas yang ditawarkan kantor.

Anda bisa mencoba untuk menanyakan pertanyaan mengenai pekerjaan yang Anda lamar. Tugas-tugas utama Anda, atau tanyakan kepada si pewawancara kerja, apa yang membuatnya senang bekerja di perusahaan ini. Bisa juga menanyakan, “Menurut Bapak/Ibu, tantangan terbesar apa yang akan saya hadapi dalam posisi ini?” Pertanyaan ini akan membuat si pewawancara berpikir bahwa Anda tertarik untuk mengetahui apakah Anda cocok atau tidak untuk pekerjaan tersebut.

Mengirimkan lamaran terlalu banyak
Salah satu trik untuk membuat Anda terlihat seperti orang yang tidak kompeten adalah dengan mengirimkan surat lamaran yang sama berkali-kali ke perusahaan. Mengapa? Karena ini mengganggu, plus membuat Anda terlihat desperate untuk masuk ke perusahaan itu. Anda cukup mengirimkan lamaran ke lowongan yang menurut Anda paling pas. Buat surat lamaran Anda semenarik mungkin.

Tidak memberikan foto yang profesional
Foto-foto diri yang Anda ambil untuk diri sendiri sebaiknya disimpan untuk situs pribadi saja. Jika Anda ingin mengirimkan lamaran, jangan lupa menyertakan foto diri dengan pose profesional. Anda tak ingin mengirimkan suatu hal yang bisa membuat perusahaan meragukan kredibilitas Anda, kan?

sumber kompas

- Tanya Apa Saat Wawancara Kerja?

Umumnya, saat wawancara kerja, perusahaanlah yang bertanya kepada si pelamar. Namun, di akhir wawancara kerja, biasanya pelamar diberikan kesempatan untuk bertanya. Semua artikel tentang pekerjaan menyarankan untuk memanfaatkan kesempatan untuk bertanya. Namun, apa yang sebaiknya kita tanyakan di saat krusial seperti itu?

1. Profil perusahaan
Ada kalanya, pewawancara memberikan presentasi singkat mengenai profil perusahaan (sangat disarankan Anda sudah terlebih dahulu mempelajarinya sebelum menghadiri wawancara). Bila pewawancaranya tidak melakukan hal ini, maka Anda bisa bertanya lebih jauh. Misal, tanyakan kapan perusahaan tersebut didirikan, target market-nya siapa, atau pesaingnya siapa. Tanyakan juga profil pemilik perusahaan tersebut; apakah perusahaan keluarga atau suatu kelompok usaha.

2. Peraturan umum perusahaan
Pertanyaan tentang jam kerja perusahaan atau ketentuan lembur bisa Anda tanyakan dalam kesempatan ini.

3. Struktur organisasi
Anda boleh mengajukan pertanyaan mengenai struktur organisasi di perusahaan tersebut, khususnya menyangkut kepada siapa Anda akan bertanggung jawab, hubungan dengan rekan yang berada di jenjang/departemen yang sama atau di departemen terkait. Bila posisi yang ditawarkan adalah supervisor ke atas, Anda juga bisa bertanya tentang jumlah anak buah Anda.

4. Paket remunerasi
Hati-hati dengan topik sensitif ini. Jangan mendahului pewawancara. Ajukan pertanyaan hanya bila pewawancara sudah membuka topik ini. Umumnya ada sesi pembicaraan mengenai gaji dan biasanya ini terjadi pada tahap-tahap akhir. Bila pewawancara sudah membuka pembicaraan dengan topik ini, Anda bisa mengajukan pertanyaan, bukan hanya tentang gaji, tetapi juga kompensasi lainnya. Misalnya tentang kesempatan mengikuti seminar/pelatihan, komisi, tunjangan kesehatan, dan lainnya.

5. Karakter pekerjaan/posisi itu sendiri
Hal terakhir ini sangat penting. Biasanya pertanyaan-pertanyaan ini lebih tepat bila Anda ajukan langsung kepada user atau calon atasan Anda. Tanyakan tentang deskripsi pekerjaan yang akan ditugaskan kepada Anda, target yang akan dibebankan, apakah ada penugasan ke luar kota, bagaimana prestasi Anda akan diukur dan lain-lain

sumber kompas

- Jangan Takut Melakukan Kesalahan

Namanya saja manusia, tentunya tak luput dari kesalahan, terutama ketika bekerja. Kesalahan baik yang kecil maupun besar, tentunya pernah kita lakukan. Salah membuat laporan, tidak akurat membuat data, dan sebagainya. Perasaan apa yang biasanya muncul saat itu? Kebanyakan rasa takut dan merasa bersalah.

Sebenarnya wajar saja bila perasaan negatif muncul setelah kesalahan yang dilakukan. Namun, jangan sampai itu memengaruhi kinerja Anda. Melakukan kesalahan adalah manusiawi. Yang penting, bagaimana caranya agar dari kesalahan ini kita mendapatkan pelajaran dan pengalaman baru yang sangat bermanfaat baik untuk karier dan kedewasaan kita.

Semua orang, termasuk atasan Anda, tentu pernah juga melakukan kesalahan dalam pekerjaan. Bahkan mungkin kesalahan lah yang membuat atasan Anda mendapatkan posisinya sekarang. Sebab, kemampuan seseorang menangani masalah dapat juga dilihat dari bagaimana ia memperbaiki kesalahannya sendiri. Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan pekerja dan cara mengatasinya.

1. Lupa mengerjakan tugas penting dari atasan
Beberapa minggu lalu atasan memberikan tugas penting, tapi ketika ditagih, Anda malah bengong. Hal itu sering terjadi terutama ketika pekerjaan sedang menumpuk. Anda biasanya tidak bisa menentukan prioritas sehingga tugas penting dari atasan terabaikan.

Solusi: Jika sudah begini, lebih baik mengaku saja kalau Anda lupa mengerjakannya dan segera minta maaf. Jika atasan masih memberikan kesempatan, lakukan segera tugas tersebut dan selesaikan sebaik-baiknya. Jangan coba-coba untuk berbohong. Bayangkan jika Anda berbohong, dan atasan langsung meminta tugas tersebut. Track record Anda akan rusak dan dia bakal sulit mempercayai Anda lagi.

2. Presentasi berantakan
Saat memberikan presentasi di depan rapat tentang hasil kerja, pemikiran atau ide merupakan saat-saat penting bagi karier Anda. Pada saat presentasi ini, tak jarang persiapan yang kita lakukan tidak maksimal. Alhasil, karena presentasi yang tidak matang, sebuah ide brilian menguap begitu saja.

Solusi: Agar hal itu tidak terjadi lagi, selalu persiapkan presentasi dengan baik dan detail. Sampaikan data yang lengkap, analisis, hingga prediksi Anda. Persiapkan bahan presentasi jauh-jauh hari. Jika Anda tidak terlalu fasih berbicara, sebaiknya materi presentasi dibuat sejelas mungkin, sehingga Anda tidak terlalu banyak memberi penjelasan. Gunakan saja bahasa visual untuk menjelaskan maksud Anda.

3. Telat membuat laporan
Atasan meminta laporan pagi hari dan Anda baru menyerahkannya sore hari. Jika hal itu terjadi, ungkapkan dengan jelas alasan Anda telat memberikannya. Jangan sampai menunggu ia menegur Anda.

Solusi: Sekali-dua kali telat memberi laporan mungkin akan dimaafkan, tetapi bila sudah menjadi agenda tetap, wah... atasan bisa mencap Anda si tukang telat. Poin Anda di mata atasan pun menurun. Coba telusuri apa sih yang jadi penyebab keterlambatan Anda? Kemudian coba perbaiki satu per satu akar permasalahannya.

4. Mengecewakan klien
Banyak hal yang bisa membuat klien kecewa dan kita terkadang tidak menyadarinya. Kita baru sadar ketika sudah ada complain. Klien memang tidak selalu puas, dan jika Anda mengecewakan mereka, segera analisa penyebabnya.

Solusi: Cara terbaik memperbaiki kesalahan terhadap klien adalah dengan melakukan pendekatan personal. Terima saja complain-nya, tanpa bersikap defensif. Setelah itu, perbaiki kesalahan Anda. Yakinkan padanya bahwa Anda tidak akan mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari.

5. Tidak berkoordinasi dengan baik
Koordinasi selalu dibutuhkan dalam setiap pekerjaan. Bukan hanya bagi pekerja tim, tetapi juga pekerja individu. Inti dari koordinasi adalah komunikasi yang baik. Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh pekerja adalah tidak membuat koordinasi yang baik dengan pihak atau divisi lain. Contohnya, pembagian tugas dan wewenang dalam pekerjaan yang seharusnya dikerjakan orang lain, atau malah melimpahkan pekerjaan pada orang lain. Jika sudah demikian yang kemudian terjadi adalah konflik dan salah paham.

Solusi: Untuk itu, sebelum memulai pekerjaan ketahuilah sedetail mungkin pembagian tugas, wewenang, serta tanggung jawabnya. Kemudian, lakukan pengawasan dalam perjalanannya, jangan lepas tangan begitu saja. Sehingga kesalahan-kesalahan kecil bisa segera diantisipasi. Cobalah untuk memperbaiki setiap kesalahan yang Anda lakukan dalam pekerjaan, dan jangan ulangi kesalahan yang sama. Buatlah setiap kesalahan menjadi pelajaran yang bisa meningkatkan karier dan tentunya kualitas diri Anda.

sumber kompas

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | JCpenney Printable Coupons